ANALISIS PERILAKU/IKLIM PADA PROYEK PEMBANGUNAN MASJID SHEIKH ZAYED–SOLO UNTUK MENCAPAI BUDAYA KESELAMATAN KERJA DENGAN NIHIL KECELAKAAN KERJA (ZERO ACCIDENT)
Keywords:
Budaya, Nihil Kecelakaan, Perilaku/Iklim, SMK3, SMKK, Zero AccidentAbstract
Perilaku/Iklim K3 pada pelaksanaan pekerjaan konstruksi masih belum mencapai Nihil Kecelakaan (Zero Accident), karena budaya K3 belum sepenuhnya terlaksana. Pelanggaran masih terjadi disebabkan salah satunya adalah kurang pedulinya top manajemen dan leadership terhadap implementasi K3 di lapangan. Berdasarkan permasalahan di atas, perlu mengidentifikasi perilaku/iklim K3, untuk memberikan strategi yang dapat diambil dalam mengatasi penyebab kurangnya perilaku/iklim K3 dan peningkatan peran top managemen dan Leadership pada pelaksanaan SMK3 dan SMKK di proyek untuk mencapai Nihil Kecelakaan (Zero Accident). Metode penelitian dengan menyebarkan kuesioner kepada pakar, praktisi K3 dan ke sejumlah pekerja, karyawan di proyek, selanjutnya hasil kuesioner ini dianalisis dengan aplikasi SPSS. Hasil analisis hubungan antara tingkat kekuatan variabel dan pengaruhnya menghasilkan variabel yang berpengaruh dan yang kurang berpengaruh yang dapat meningkatkan budaya K3 pada pelaksanaan pekerjaan di proyek yang lainnya. Berdasarkan analisis variabel yang berpengaruh adalah; Top Manajemen, Peraturan dan Prosedur, untuk variabel kurang berpengaruh adalah: Komunikasi, Kompetensi, Lingkungan Kerja dan Keterlibatan Pekerja.
Downloads
References
Aksorn, T Hadikusumo B.W.H. (2008). Critical Success Faktors Infuencing Safety Program Performance In Thai Construction Projects. Safety Science, 46, 709-727.
Amirin, Tatang M (2011). Populasi dan Sampel Penelitian 4: Ukuran Sampel Rumus Solving, https://tatangmanguny.wordpress.com/2010/04/19/ukuran-sampel-rumus-sloving/diakses pada 28 Maret 2019.
Arief Zulkarnain, (2021), Safety Culture Concept and How to Implement , Jakarta, 21 Oktober 2021
Arikonto. (2010). Prosedur Penelitian : SuatuPendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta
Dhinar Tiara Luckyta dan Sri Gunani Partiwi, (2012). Evaluasi dan Perancangan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) dalam Rangka Perbaikan Safety Behaviour Pekerja (Studi Kasus : PT. X, Sidoarjo). JURNAL TEKNIK ITS Vol. 1, No. 1(Sept. 2012) ISSN: 2301-9271.
Pemerintah Indonesia. (1996). Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor PER.05/Men/1996 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Lembaran Negara RI Tahun 1996. Menteri Tenaga Kerja. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. (2003). Undang Undang RI No 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Lembaran Negara RI tahun 2003. Sekretariat Negara. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. (2008). Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor PER.18/Men/XI/2008 tentang Penyelenggaraan Audit Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Lembaran Negara RI Tahun 2008. Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Jakarta.
Pemerintah Indonesia. (2012). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2012 tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Lembaran Negara RI Tahun 2012. Sekretariat Negara. Jakarta.
Pemerintah Indonesia, (2021). Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat No 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi,
Sambutan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (2022). Pada Acara Peringatan Hari Keselamatan Kerja (K3) Nasional dan Peryataan Dimulainya Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Nasiona Tahun 2022, Jakarta 12 Januari 2022. Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Ida Fauziyah.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta. Bandung.
Sunyoto, D. 2012. Manajemen Sumber Daya Manusia. CAPS. Yogyakarta ada tiga alasan pentingnya keselamatan dan Kesehatan Kerja, yaitu berdasarkan alasan kemanusiaan, undang-undang, dan ekonomis.