ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN TOWER BTS DI KALIMANTAN BARAT

Authors

  • Lutfi Abdillah Program Studi S1 Teknik Sipil, Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum Jakarta Author
  • Gunawan Wibisono Program Studi S1 Teknik Sipil, Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum Jakarta Author
  • Elly Noriza Program Studi S1 Teknik Sipil, Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum Jakarta Author

Keywords:

crashing, lembur, lintasan kritis, manajemen waktu, PDM

Abstract

Proyek konstruksi merupakan rangkaian kegiatan yang saling berhubungan antara pekerjaan yang satu dengan pekerjaan yang lainnya. Semakin besar suatu lingkup proyek konstruksi, tidak menutup kemungkinan masalah yang dihadapi pun juga semakin besar, seperti pada pengaturan tenaga kerja, biaya, waktu, maupun pada peralatan yang digunakan. Jika permasalahan yang terjadi tidak ditangani secara tepat dan cepat, maka yang terjadi adalah timbul permasalahan baru seperti keterlambatan dalam penyelesaian proyek, pembengkakan biaya hingga pemborosan sumber daya. Oleh karena itu solusi yang tepat adalah perlu adanya perhatian yang lebih terhadap penjadwalan pelaksanaan suatu proyek konstruksi yang menunjukkan kapan berlangsungnya setiap kegiatan proyek sehingga sumber daya dapat disediakan sesuai waktu dan keperluan secara tepat. Dalam pembangunan tower telekomunikasi BTS sering terjadi keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan. Pelaksanaan Proyek Pembangunan Tower BTS di Kalimantan Barat menggunakan metode preseden diagram (PDM) dengan Software Microsoft Project 2019, untuk menganalisis pekerjaan-pekerjaan yang berada di lintasan kritis. Pekerjaan-pekerjaan yang berada di lintasan kritis tersebut akan dilakukan perhitungan crashing dengan alternatif penambahan jam kerja (lembur). Hasil penelitian optimasi waktu dan biaya dengan Metode Crashing pada proyek pembangunan tower telekomunikasi BTS di Kalimantan Barat menggunakan alternatif penambahan jam kerja (lembur) selama 4 jam untuk 5 (lima) lokasi pembangunan dengan total biaya Rp 3.334.689.360,00 dan durasi total 283 hari diperoleh hasil pengurangan biaya menjadi total Rp 3.233.996.283,00, atau penghematan sebesar Rp 100.693.077,00 (3,02%) dengan durasi pelaksanaan pekerjaan didapatkan hasil percepatan durasi menjadi 220 hari atau terjadi percepatan 63 hari (22,26%).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abrar, Husen. 2011. Manajemen Proyek, Yogyakarta : Andi.

Ervianto, Wulfram. 2001. Teori Aplikasi Manajemen Proyek Konstruksi. Edisi 1. Yogyakarta : Andi.

Kerzner, H. (1982). Project Management For Executive. Washington DC: Van Nostrand Reinhold Company.

Nugroho, Aryo Andri. 2007. Optimalisasi Penjadwalan Proyek pada Pembangunan Gedung Khusus (Laboratorium) Stasiun Karantina Ikan Kelas 1 Tanjung Mas Semarang. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang.

Santoso, W. (2017). Analisis percepatan proyek menggunakan metode crashing dengan penambahan jam kerja empat jam dan sistem shift kerja. Studi kasus: Proyek Pembangunan Gedung Animal Health Care Prof. Soeparwi, Fakultas Kedokteran Hewan UGM, Yogyakarta. Doctoral dissertation, Universitas Islam Indonesia.

Soeharto, Iman 1999. Manajemen proyek : Dari Konseptual Sampai Operasional. Edisi 2, Cetakan 1. Jakarta : Erlangga.

Sugiyono. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta: Bandung.

Tommy Anggiawan Putra Pamungkas (2020). Analisis Rencana Percepatan Durasi Proyek Menggunakan Metode Crashing. Tugas Akhir Online. Universitas Pembangunan Jaya.

Zulian, Yamit. 2001. Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. Yogyakarta: Ekonisia.

Downloads

Published

2025-03-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

ANALISIS PENERAPAN SISTEM MANAJEMEN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN TOWER BTS DI KALIMANTAN BARAT. (2025). Jurnal Green Construction, 6(1), 31-42. https://ojs.sttpu.ac.id/index.php/greenconstruction/article/view/71

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

11-13 of 13

You may also start an advanced similarity search for this article.