DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP PADA PEMBANGUNAN JALAN: STUDI KAJIAN LITERATUR

Authors

  • Prayoga Adhinugroho Program Studi Tenik Lingkungan, Sekolah Tinggi Teknologi Pekerjaan Umum Author

Keywords:

AMDAL, dampak lingkungan, green construction, pembangunan jalan, pengelolaan lingkungan

Abstract

Pembangunan jalan memberikan manfaat ekonomi dan peningkatan konektivitas, namun juga berpotensi menimbulkan berbagai dampak lingkungan pada setiap tahap siklusnya—perencanaan, pra-konstruksi, konstruksi, dan pasca-konstruksi—termasuk terhadap kualitas air, kualitas udara, kebisingan, tanah, flora dan fauna, serta aspek sosial-ekonomi dan kesehatan masyarakat. Artikel ini merupakan kajian literatur (narrative literature review) yang bertujuan mensintesis temuan dari berbagai penelitian dan dokumen kebijakan terkait pengelolaan lingkungan hidup dalam pembangunan jalan di Indonesia. Penelusuran pustaka dilakukan melalui basis data Google Scholar, Garuda, serta laman resmi kementerian/lembaga terkait, dengan kata kunci seperti “dampak lingkungan pembangunan jalan”, “AMDAL”, “UKL-UPL”, dan “green construction”, dibatasi pada publikasi tahun 2009–2025. Hasil sintesis menunjukkan bahwa tahap konstruksi merupakan fase dengan risiko dampak lingkungan tertinggi, terutama berupa pencemaran udara, kebisingan, dan erosi-sedimentasi, sementara pengelolaan yang efektif mensyaratkan penerapan konsisten dokumen AMDAL/UKL-UPL/RKL-RPL, pemantauan langsung maupun tidak langsung, serta praktik green construction seperti pemanfaatan material daur ulang dan vegetasi penahan erosi (rumput vetiver). Kajian literatur ini juga menyoroti perdebatan akademik mengenai pergeseran pendekatan perizinan lingkungan dari berbasis izin menjadi berbasis risiko pasca berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja, yang di satu sisi mempermudah proses perizinan namun di sisi lain menimbulkan kekhawatiran melemahnya fungsi preventif AMDAL. Rekomendasi yang dirumuskan meliputi penguatan mitigasi pada setiap tahapan proyek, pengawasan berkelanjutan, dan peningkatan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan untuk mendukung pembangunan jalan yang berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akbaş, M., Ozaslan, B., & Iyisan, R. (2023). Utilization of recycled concrete aggregates for developing high-performance and durable flexible pavements. Construction and Building Materials, 407, 133479.

Andiyarto, H. T. C., & Purnomo, M. (2012). Efektivitas pemanfaatan tanaman rumput akar wangi untuk pengendalian longsoran permukaan pada lereng jalan ditinjau dari aspek respon pertumbuhan akar. Jurnal Teknik Sipil & Perencanaan, 14(2), 151–164.

Badriyah, N., & Wulandari, S. (2020). Efektivitas akar vetiver terhadap peningkatan kohesi tanah lereng sebagai tinjauan untuk perkuatan lereng. Jurnal Teknik Sipil, 27(127).

Balirante, F. (2020). Analisa tingkat kebisingan lalu lintas di jalan raya ditinjau dari tingkat baku mutu kebisingan yang diizinkan. Jurnal Sipil Statik, 8(2), 249–256.

Direktorat Jenderal Bina Marga. (2023). Standar operasional prosedur pengusulan penanganan jalan daerah (SOP/UPM/DJBM-190).

Fuadi, F., & Nasrudin, M. R. (2022). Dampak pembangunan jalan tol Trans Sumatera terhadap alih fungsi lahan permukiman dan persawahan masyarakat ditinjau dalam perspektif ekonomi Islam. Jurnal Ilmiah Edunomika, 6(2), 743–749. https://doi.org/10.29040/jie.v6i2.5267

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2016). Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.102/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2016 tentang pedoman penyusunan dokumen lingkungan hidup bagi usaha atau kegiatan yang telah memiliki izin tetapi belum dilengkapi dokumen lingkungan.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. (2021). Aspek lingkungan dalam pelaksanaan pekerjaan jalan PHJD/PRIM.

Kurniawan, I. B. (2022). Dampak penyederhanaan prosedur perizinan berusaha dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja terhadap persetujuan lingkungan. Jurnal Fakultas Hukum Universitas Andalas, 8, 1–15.

Kusminingrum, N. (2011). Peranan rumput vetiver dan bahia dalam meminimasi terjadinya erosi lereng. Jurnal Jalan Jembatan, 28(3), 167–177.

Nugroho, A. (2023). Evaluasi dampak lingkungan menggunakan desain pra-eksperimental: Studi kasus kualitas udara di proyek jalan tol Jakarta-Cikampek II Selatan. Journal of Environmental Research, 12(2), 145–158.

Republik Indonesia. (2020). Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

Republik Indonesia. (2022). Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Sunandar, A., & Kusminingrum, N. (2010). Teknologi rumput vetiver untuk pengendalian erosi pada lereng jalan guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Proseding Kolokium Jalan dan Jembatan, Pusat Penelitian dan Pengembangan Jalan dan Jembatan, Kementerian Pekerjaan Umum, 1–18.

Ubaiyana, U., & Viri, K. (2022). Perizinan lingkungan terintegrasi pasca berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 19(1), 33–47. https://doi.org/10.20886/jakk.2022.19.1.33-47

Wahyudi, T. (2023). Pengukuran kualitas udara di sekitar proyek infrastruktur: Studi kasus jalan tol Jakarta-Cikampek II Selatan. Journal of Environmental Science and Engineering, 45(3), 234–245.

Wijaya, I. (2020). Dampak pembangunan jalan tol Trans Jawa terhadap perekonomian daerah kabupaten/kota. Jurnal Kebijakan Ekonomi, 15(2), Art.8.

Downloads

Published

2026-03-31

Issue

Section

Articles

How to Cite

DAMPAK LINGKUNGAN HIDUP PADA PEMBANGUNAN JALAN: STUDI KAJIAN LITERATUR. (2026). Jurnal Green Construction, 4(1), 71-80. https://ojs.sttpu.ac.id/index.php/greenconstruction/article/view/88

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1-10 of 51

You may also start an advanced similarity search for this article.