ANALISIS EFEKTIFITAS JENIS SAMBUNGAN PIPA JACKINGSTANDARD JSWAS 1999 DAN 2018
Keywords:
metode instalasi pipa jacking trenchless, Sambungan pipa jacking, Standard JSWASAbstract
Pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di kota-kota besar di Indonesia sudah di bangun seperti di kota Banda Aceh, Pekanbaru, Jambi, Palembang, Makassar, Jakarta dengan nama JSDP (Jakarta Sewerage Development Project) dan juga sudah dimulai Design Enginering Development (DED) di kota Bogor, Semarang, NTB Mataram, Pontianak, dalam bentuk Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpadu (SPALDT) yang dibiayai oleh Pemda dan kerjasama bantuan Luar Negeri. Dalam pembangunannya perlu diperhatikan terhadap metode jenis sambungan atau metode instalasi pipa jacking (Trenchless) yang akan digunakan, hal ini perlu di analisis efektifitas jenis sambungan RCP (Reinforce Concrete Pipe) pipa jacking yang akan digunakan cocok dengan Standard JSWAS 1999 atau Standard JSWAS 2018 terhadap kondisi tanah atau tahan terhadap dan/atau akibat gempa dan lingkungan. Standard JSWAS 1999 sambungan pipa jacking menggunakan Steel Collar dengan bentuk Plate atau lurus, sedangkan JSWAS 2018 menggunakan sambungan Steel Collar Corrugated atau bergelombang dengan tambahan joint karet atau Rubber Ring dan Wood Packer yang berbeda hal ini yang membuat keingintahuan para praktisi jasa konstruksi. Pada syarat pengujian sambungan pipa jacking ini diharapkan tidak mengalami kebocoran dengan tekanan air permukaan bawah tanah sebesar 2,5 Bar. Pelaksanaan pemasangan pipa jacking untuk standard JSWAS (Japan Sewerage Works Association System) 1999 dilakukan secara tunnelling di-jack lurus ditekan dan di tekuk, sedangkan untuk standard JSWAS 2018 dilakukan secara tunnelling di-jack lurus ditekan, di tekuk dan di tarik yang diharapkan bisa dipasang secara lengkung (curve) guna mengantisipasi bilamana ada hambatan bisa di belokkan serta menghindari akibat pergerakan tanah dan resiko gempa bumi, tentunya kondisi ini yang menjadi kendala terhadap Biaya, Mutu dan Waktu (BMW), pada pelaksanaannya di Indonesia mengingat jikalau menggunakan standard JSWAS 2018 akan membutuhkan biaya yang sangat tinggi sekitar 40% lebih mahal, keadaan ini boleh di katakan sangat jarang terjadi di Indonesia untuk kondisi tanah yang selalu bergerak atau gempa dipergerakan tanah kekar maupun sesar, karena itu pilihan metode pemasangan yang efektif sangat menentukan. Penghematan bisa sampai kisaran 40% dari kebutuhan keseluruhan proyek sangat berpengaruh untuk pembangunan selanjutnya.
Downloads
References
PT. Adhi Karya. 2020-2022. “Laporan Bulanan Pekerjaan. Proyek Jaringan IPAL Palembang Paket B2 A NC”, Palembang.
PT. Adhi Karya. 2019. “Bahan paparan prinsip pengendalian”. ALC Ilmu Adhi: Jakarta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman. Buku 3 : Sistem pengelolaan air
E. A,.Fauzi dkk./Prosiding SNIP (2023) IV . limbah domestik – terpusat skala permukiman; 2016
Arsyad M. Perencanaan sistim perpipaan air limbah kawasan permukiman penduduk . 2016. Hal. 410 Damayanti D, Wuisan EM, Binilang A. Perencanaan sistem jaringan Pengelolaan air Limbah domestik di perumnas kelurahan paniki dua kecamatan mapanget. 2018
Trenchless Asia 2019 : Teknologi Tepat Guna Untuk Pembangunan Infrastruktur yang Lebih Baik - Direktorat Jenderal Bina Konstruksi (pu.go.id) https://www.trenchlessmiddleeast.com/exhibitor-list/ 298-mts-perforator-gmbh
Standard JSWAS tahun 1999 RCP Type Jacking
Standard JSWAS tahun 2018 RCP Type Jacking
A.-L. Pellet-Beaucour, R. Kastner, “Experimental and analytical study of friction forces during microtunneling operations”, France, (2002)
Carlos Balaguer dan Mohamed Abderrahim, “Trends in Robotics and Automation in Construction”, Spain, (2008)
Deddy Dwi Rakhmanto, Fadiladitya A. Soekisw, Hari Setijo Pujihardjo, Bambang Tutuko, “Perhitungan Rencana Anggaran Biaya dan Proses Tender Design and Build
Pembangunan Kantor PT. Adaro Energi Banjarmasin”, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Sipil, Universitas Semarang, Semarang, (2021)
Ibrahim Bachtiar, “Rencana dan Estimate Real of Cost”, PT. Bumi Aksara, Jakarta (2001)
Kartika Anggraeni, “Kualitas Air di Jakarta Buruk, Pengamat Sebut Tiga Hal Ini Renewal”, McGraw-Hill, USA, (2005)
RM Ksatria Bhumi Persada, “Mengenal Jakarta Sewerage System (JSS)”, Indonesia Baik,https://www.indonesiabaik.id/motion_grafis/yuk-mengenal-lebih-dekat-tentangjakarta-sewerage-system-jss (accessed October 2, 2021)
Sahiman, Fameira Dhiniati, “Analisis Rencana Anggaran Biaya Pada Proyek Peningkatan
Jalan Aur Duri - Rantau Unji (Aspal Hotmix) Tahap III Sepanjang 3,2 KM Kota Pagar
Alam”, Sumatera Selatan (2016)
Scott Kramer, Junshan Liu, Guillermo Provencio, “Advantages and Disadvantages of Trenchless Construction Approach as Compared to the Traditional Open Cut Installation of Underground Utility Systems”, USA, (2018)
Siti Norafida Jusoh, Abdullah Rini Asnida and Marto Aminaton, Fauziah Kassim, “Tunnel and Microtunnel for Future Smart and Sustainable Infrastructure Solution”, Malaysia, (2017)
Tanmay A. Thakur, Ajinkya P. Khamkar, Pratik S. Kapadnis, Neel N. Ramjiyani, Prof. N.
G. Gore, “Microtunneling”, India (2018)
Tim Penyusun, “Buku Konstruksi Indonesia”, Kementerian Pekerjaan Umum Badan Pembinaan Konstruksi, Indonesia, (2013)