ANALISIS WAKTU DAN BIAYA PEKERJAAN PIER HEAD CAST IN SITU DAN PIER HEAD PRECAST PADA PROYEK PEMBANGUNAN TOL ANCOL TIMUR-PLUIT (ELEVATED) HARBOUR ROAD II JAKARTA UTARA
Keywords:
Biaya, cast in situ pier head, precast, waktuAbstract
Dalam pembangunan proyek jalan tol, pekerjaan pier head merupakan elemen penting yang mendukung struktur jembatan dan jalan. Dua metode utama yang digunakan dalam pelaksanaan pekerjaan pier headadalah cast in situ dan precast. Setiap metode memiliki kelebihan dan kekurangan yang mempengaruhi pemilihan metode sesuai dengan kondisi proyek. Pier head umumnya membutuhkan perancah untuk penyokong agar bekisting pier head kuat untuk menahan beban sendiri bekisting dan beban beton yangakan dicor sehingga sedikit sulit untuk menerapkan metode ini, karena dengan adanya perancah dan alat-alat berat untuk pelaksanaannya akan menyebabkan kemacetan yang cukup lama di jalan sekitarnya. Tulisan ini meneliti metode pelaksanaan pekerjaan pier head cast in situ dan metode pier head precast pada pembangunan Proyek Jalan Tol Ancol Timur-Pluit (Harbour Road II); waktu dan biaya dari kedua metode pekerjaan; serta metode yang paling efisien dari keduanya. Penelitian ini hanya mencakup pada area P 7 bagian pier head pada zona 0. Dari hasil analisis diperoleh bahwa biaya pekerjaan pier headcast in situ sebesar Rp. 400,930,805.56. untuk satu unit pier head, dan pekerjaan pier head precastsebesar Rp. 1.089.425.330,63. Selisih biaya antara pekerjaan pier head cast in situ dengan pekerjaanpier head precastsebesar Rp. 688.494.525,07. Pekerjaan pier head precast membutuhkan waktu 10 hari, lebih cepat 11 hari pier head cast in situ yang membutuhkan waktu sampai 21 hari. sehingga pelaksanaan pekerjaan pier head in situ lebih efisien daripada pier head precast.
Downloads
References
ACI Committee 239 (2018) Ultra High Performance Concrete.
ASTM C1856/C1856M, (2019), Standard Specification for UHPC.
Journal of Advanced Concrete Technology (2020), UHPC untuk Beton Precast.
Konstruksi Indonesia (2022) Aplikasi UHPC pada Proyek Konstruksi .
Graybeal, B. (2006).”Material propertyCharacterization of Ultra-High Perormace Concrete”. FHWA, Amerika Serikat
Richard,P.,& Cheyrezy,M. (1995),” Composition of Reactive Powder Concretes,” Cement and Concrete Research. Penjelasan komposisi dan bahan UHPC.
Japan Siciety of Civil Engineers (JSCE). ” Recommendations for Design and Contruction of Ultra- High Performance Fiber Reinforced Concrete Structures ”. Panduan Penggunaan UHPC dalam Proyek Konstruksi.
Norman,R., & Yazici,H. (2007), “ Effects of Silicafume and steel fiber on mechanical Properties of Ultra-High Strength Concrete.” Construction and Building materials. Efek bahan tambahan pada UHPC.
ASTM C1202 Standard Pengujian Ketahanan Korosi Beton
ASTM C1583 Standard Pengujian Laju Korosi Beton
EN 13396 Standard Pengujian Korosi Beton
EN 13397 Standard Pengujian Laju Korosi Beton
ACI Committee 239 (2018) “Ultra-High Performance Concrete.
ASTM C1856 / C1856M (2019) Standard Spesification for UHPC
Konstruksi Indonesia (2022) Application UHPC for Project Construction in Indonesia.