EFISIENSI PENURUNAN LOGAM BERAT PADA LIMBAH B3 DENGANVARIAN FLY ASH INDUSTRI PULP & PAPER DAN INSINERATOR PADA PROSES STABILISASI DAN SOLIDIFIKASI
Keywords:
Fly Ash, Limbah B3, Logam Berat,Stabilisasi dan Solidifiksai, TCLPAbstract
Limbah merupakan salah satu hal yang tidak dapat terlepas dari kehidupan manusia, khususnya pada sektor industri. Limbah yang dihasilkan dari kegiatan industri dapat mengandung bahan berbahaya danberacun (B3). Penanganan limbah B3 yang tidak baik akan memiliki dampak langsung terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Salah satu cara pengolahan limbah B3 dengan proses stabilisasi dan solidifikasi menggunakan campuran semen dan fly ash. Fly ash memiliki sifat pozzolan danmempunyai kehalusan yang sama dengan semen sehingga fly ash dapat mengikat logam berat yangterkandung dalam limbah B3. Percobaan ini bertujuan mengetahui pengaruh dan efisiensi penurunankandungan logam berat Pb dan Cd pada Limbah B3 dengan menggunakan varian jenis fly ash dari industri pulp & paper dan insinerator melalui proses stabilisasi dan solidifikasi. Proses stabilisasi dan solidifikasi dilakukan dengan perbandingan fly ash : semen : limbah B3 yakn 1:1:1. Produk hasil stabilisasi dan solidifikasi selanjutnya diuji dengan uji Toxicity Chracteristic Leaching Procedure (TCLP). Hasil penelitian menunjukan fly ash dari industri pulp & paper dan insinerator memberikanpengaruh dan efisiensi untuk menurunkan kandungan logam berat Pb masing-masing 99,89 % dan 98,32% dan Cd masing-masing 99,98% dan 99,98% pada limbah B3 dalam proses stabilisasi dan solidifikasi. Hasil uji TCLP telah memenuhi baku mutu lingkungan lampiran XII Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Downloads
References
Badan Standardisasi Nasional. 2014. StandarNasional Indonesia (SNI) 2460:2014Tentang Spesifikasi abu Terbang BatuBara Dan Pozzolan Alam Mentah Atau Yang Telah Dikalsinasi Untuk Digunakan Dalam Beton. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Badan Standardisasi Nasional. 2019. StandarNasional Indonesia (SNI) 8808:2019Prosedur Pelindian Karakteristik Beracun(Toxicity Characteristic Leaching Procedure, TCLP). Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.
Dermawan, M.H. 2010. Model Kuat Tekan Proporsi Abu terbang dan Semen untuk Bahan Dasar Batu Cetak. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan 12 (1): 59-70
Gunawan, G., & Fransisko, S. 2011.Pemanfaatan Limbah Abu Terbang Yang Ramah Lingkungan Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Dasar (Waste Utilization of Enviroment-Friendly Fly Ash As Soil Subgrade Stabilizer). Jurnal Jalan Jembatan Volume 28, pp. 76-85. Bandung.
Husaini & Adhani, R. 2017. Logam Berat Sekitar Manusia. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.
Kepala Badan Pengendalian DampakLingkungan. 1995.Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Nomor: Kep 04/Bapedal/09/1995 Tentang Tata Cara Dan Persyaratan PenimbunanHasil Pengolahan, Persyaratan Lokasi Bekas Pengolahan, Dan Lokasi Bekas Penimbunan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun. Jakarta: Badan Pengendalian Dampak Lingkungan.
Palar, H. 2004. Pencemaran & Toksikologi Logam Berat Ed Ke-2. Jakarta: Rineka Cipta
ANROZI, R., & TRIHADININGRUM, Y. 2017. Kajian Teknologi dan Mekanisme Stabilisasi/Solidifikasi untuk Pengolahan Limbah B3. Jurnal Teknik ITS Vol. 6, No. 2. Surabaya.
Pemerintah Pusat Republik Indonesia 2021, Peraturan Pemerintah RepublikIndonesia Nomor 22 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.Pemerintah Pusat. Jakarta.
Riyanto. 2013. Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun. Yogyakarta: Deepublish.